TA: ANALISIS DEFORMASI ZONA SUBDUKSI DI SELATAN JAWA TIMUR BERDASARKAN DATA PENGAMATAN GPS KONTINYU TAHUN 2009-2014

Rizki Ahmad Faturochman, 232014043 and Hary Nugroho, 0420016601 and Henri Kuncoro, - (2019) TA: ANALISIS DEFORMASI ZONA SUBDUKSI DI SELATAN JAWA TIMUR BERDASARKAN DATA PENGAMATAN GPS KONTINYU TAHUN 2009-2014. Skripsi thesis, Institut Teknologi Nasional Bandung.

[img]
Preview
Text
01 Cover 232014043.pdf

Download (928kB) | Preview
[img]
Preview
Text
02 Abstrak 232014043.pdf

Download (126kB) | Preview
[img]
Preview
Text
03 Daftar Isi 232014043.pdf

Download (434kB) | Preview
[img]
Preview
Text
04 Bab 1 232014043.pdf

Download (253kB) | Preview
[img]
Preview
Text
05 Bab 2 232014043.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
06 Daftar Pustaka 232014043.pdf

Download (348kB) | Preview

Abstract

Wilayah Indonesia yang terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik besar di dunia membuat wilayah Indonesia sangat rawan terhadap aktivitas seismik. Karena aktivitas seismik biasanya terjadi pada batas-batas lempeng. Pada zona subduksi pulau Jawa, lempeng Australia yang bergerak ke utara mendesak lempeng Sunda dan masuk ke bawah lempeng Sunda. Hal ini terjadi karena lempeng Sunda bersifat lentur sedangkan lempeng Australia bersifat kaku. Adanya interaksi antara kedua lempeng tersebut dapat mengindikasikan adanya penguncian di zona subduksi tersebut. Penelitian ini melakukan analisis pola vektor kecepatan vertikal stasiun InaCORS di Jawa Timur dengan menggunakan perangkat lunak ilmiah GAMIT 10.7. Kemudian dari pola tersebut dikaitkan dengan eksistensi penguncian pada zona subduksi Selatan Jawa Timur dan area kejadian gempa Banyuwangi (M7,8) pada tahun 1994. Hasil penelitian ini adalah pergerakan kecepatan komponen vertikal pada stasiun InaCORS bernilai -6 mm/tahun sampai dengan 9 mm/tahun. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa di stasiun InaCORS Jawa Timur bagian Selatan tidak mengalami deformasi elastis dan tidak tdapat mendeteksi adanya penguncian di zona subduksi tersebut. --- Indonesian territory which is located at the confluence of three large tectonic plates in the world makes Indonesian territory very vulnerable to seismic activity. Because seismic activity usually occurs at plate boundaries. In the subduction zone of the island of Java, the Australian plate which moves north pushes the Sunda plate and goes under the Sunda plate. This happens because the Sunda plate is flexible while the Australian plate is rigid. Interaction between the two plates can indicate locking in the subduction zone. This research analyzes the vertical velocity vector pattern of the InaCORS station in East Java using the scientific software GAMIT 10.7. Then the pattern is associated with the existence of locking in the South East Java subduction zone and the Banyuwangi earthquake area (M7,8) in 1994. The results of this study are the velocity movement of the vertical component at the InaCORS station worth -6 mm / year up to 9 mm / year. From these results, it can be concluded that the southern East Java InaCORS station did not experience elastic deformation and could not detect any locking in the subduction zone.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: 2 Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan > 29201 Teknik Geodesi S1
Depositing User: Agus Wardana
Date Deposited: 22 Aug 2019 07:45
Last Modified: 22 Aug 2019 07:45
URI: http://eprints.itenas.ac.id/id/eprint/456

Actions (login required)

View Item View Item