TA: KAJIAN SPASIAL SEBARAN DAERAH RAWAN LONGSOR PADA KAWASAN BANDUNG UTARA (Studi Kasus: Kabupaten Bandung Barat, Kecamatan Lembang dan Kecamatan Parongpong)

Irva, Nurul Muhamad (2021) TA: KAJIAN SPASIAL SEBARAN DAERAH RAWAN LONGSOR PADA KAWASAN BANDUNG UTARA (Studi Kasus: Kabupaten Bandung Barat, Kecamatan Lembang dan Kecamatan Parongpong). Skripsi thesis, Institut Teknologi Nasional.

[img]
Preview
Text (Cover)
01 Cover 232016042.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstrak)
02 Abstrak 232016042.pdf

Download (490kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Isi)
03 Daftar Isi 232016042.pdf

Download (468kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Bab 1)
04 Bab 1 232016042.pdf

Download (569kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Bab 2)
05 Bab 2 232016042.pdf

Download (699kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
06 Daftar Pustaka 232016042.pdf

Download (561kB) | Preview

Abstract

Kecamatan Lembang dan Kecamatan Parongpong merupakan kecamatan yang berada pada Kawasan Bandung Utara di Kabupaten Bandung Barat. Kecamatan-kecamatan tersebut mempunyai kemiringan lereng yang terjal atau >40% (RPIJM KBB). Dengan kondisi tersebut Kecamatan Lembang dan Kecamatan Parongpong menjadi rawan akan bencana longsor. Menurut BPBD KBB tercatat dalam tahun 2019 terjadi 14 kejadian bencana alam gerakan tanah longsor di Kecamatan Parongpong dan Kecamatan Lembang. Penelitian ini akan mengidentifikasi sebaran daerah rawan bencana longsor di Kecamatan Lembang dan Kecamatan Parongpong dan di zonasi pengendalian yang berada di kecamatan tersebut serta mengklasifikasikan tingkatan bahaya tanah longsor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode overlay dimana setiap parameter diberi skor masing-masing dan kemudian dilakukan pembobotan. Dari hasil pembobotan ini kemudian diperoleh tingkat kerawanan bencana tanah longsor pada daerah penelitian. Adapun parameter yang digunakan, yaitu Peta Penggunaan Lahan, Peta Jenis Tanah, Peta Kemiringan Lereng, Peta Curah Hujan dan Peta Jenis Batuan. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa tingkatan rawan sangat rendah terdapat di 22 desa dengan luas 1381.868 Ha, tingkatan rawan rendah di 23 desa dengan luas yaitu 4761.238 Ha, tingkatan rawan sedang di 16 desa dengan luas 3078.894 Ha dan tingkatan rawan tinggi di 14 desa dengan luas 4998.693 Ha. Kemudian pada zonasi pengendalian ditemukan tingkatan rawan sangat rendah terdapat pada zona L1, L2, B3, B4 dan B5 seluas 1598.211 Ha, tingkatan rawan rendah terdapat pada zona L1, L2 ,B3 dan B4 seluas 4639.012 Ha, tingkatan rawan sedang terdapat pada zona L1, L2, dan B3 seluas 3025.560 Ha dan tingkatan rawan tinggi terdapat pada zona L1, L2 dan B3 seluas 5009.888 Ha .

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsemail
Thesis advisorAprilana, AprilanaUNSPECIFIED
Divisions: 2 Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan > 29201 Teknik Geodesi S1
Depositing User: Azizullah Putri Akbar
Date Deposited: 31 May 2021 02:19
Last Modified: 31 May 2021 02:19
URI: http://eprints.itenas.ac.id/id/eprint/1661

Actions (login required)

View Item View Item