HUBUNGAN DISTRIBUSI TEMPORAL PM2,5 DENGAN FAKTOR METEOROLOGI DAN PENELUSURAN TRAJEKTORI PM2,5 DENGAN MODEL HYSPLIT DI KOTA BANDUNG

Rivaldi, Rezza Ahmad (2021) HUBUNGAN DISTRIBUSI TEMPORAL PM2,5 DENGAN FAKTOR METEOROLOGI DAN PENELUSURAN TRAJEKTORI PM2,5 DENGAN MODEL HYSPLIT DI KOTA BANDUNG. Skripsi thesis, Institut Teknologi Nasional Bandung.

[img]
Preview
Text (Cover)
01.pdf

Download (346kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstrak)
02.pdf

Download (290kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Isi)
03.pdf

Download (433kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Bab 1)
04.pdf

Download (363kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Bab 2)
05.pdf

Download (861kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
06.pdf

Download (369kB) | Preview

Abstract

Peningkatan jumlah transportasi sebesar 4,5% di Kota Bandung per tahunnya dari tahun 2010 – 2019 berimpilkasi pada meningkatnya konsentrasi PM2,5 di udara ambien di mana sektor transportasi menjadi sumber lokal utama yang berkontribusi terhadap konsentrasi PM2,5 di udara ambien. Faktor lainnya yang memengaruhi konsentrasi PM2,5 selain sumber emisi lokal terdapat faktor meteorologi dan sumber regional. Faktor meteorologi menjadi faktor yang memengaruhi konsentrasi PM2,5 dalam jangka pendek dan dalam jangka panjang sumber emisi serta faktor meteorologi berperan dalam fluktuasi konsentrasi PM2,5 di udara ambien. Penelitian ini bertujuan untuk melihat korelasi distribusi temporal PM2,5 harian dengan faktor meteorologi. Dan untuk melihat sumber regional yang berpotensi dapat berkontribusi, diidentifikasi dengan model HYSPLIT. Jam puncak di Kota Bandung membentuk pola bimodial, yaitu jam puncak terjadi pukul 08.00 dan 22.00. Jam puncak pukul 08.00 disebabkan oleh emisi lokal, setelah pukul 08.00 terjadi penurunan konsentrasi, hal tersebut disebabkan kenaikan temperatur yang membuat meningkatnya ketinggian Atmospheric Boundary Layer (ABL) sehingga menguntungkan proses pengenceran dan dispersi polutan di udara ambien, sedangkan jam puncak pukul 22.00 dipengaruhi oleh peningkatan kelembaban, sebab peningkatan kelembaban tersebut berdampak terhadap peningkatan faktor emisi PM di kendaraan. Sumber regional yang berpotensi berkontribusi terhadap konsentrasi PM2,5 berasal dari daerah Kabupaten Cilacap, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut dan Kabupaten Bandung. Kata Kunci: PM2,5, Faktor Meteorologi, Distribusi Temporal, Model HYSPLIT

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsemail
Thesis advisorDirgawati, MilaUNSPECIFIED
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: 2 Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan > 25201 Teknik Lingkungan S1
Depositing User: Erma Sukmaida
Date Deposited: 30 Apr 2021 01:42
Last Modified: 30 Apr 2021 01:42
URI: http://eprints.itenas.ac.id/id/eprint/1642

Actions (login required)

View Item View Item